Musi Banyuasin – https://kabarpublik.online Banjir meluas dugaan akibat jalan baru yang di bangun oleh PT. BCM yang terbentang panjang dari pertambangan Batu Bara melintas di kebun warga atau perkebunan karet dan sawit tepat nya di sungai lebung kajang di Desa Tanjung Agung Utara kecamatan Lais kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan.
Dampak penimbunan jalan oleh perusahaan di sungai lebung kajang diduga mengakibatkan dampak Banjir yang meluas sekitar 100 Hektar luar biasa khusus nya bagi petani karet dan sawit sebanyak 50an warga masyarakat yang terlintasi oleh jalan PT.BCM dari penambangan Batu Bara memuju kantor Perusahaan atau tempat pengefful Batu Bara.
Banjir yang meluas terbentang di sungai lebung kajang di kanan kiri jalan yang di buat oleh PT.BCM, dan di timbun ketinggian kurang lebih sekitar 4 sampai 5 meter dan Lebar 16 meter sejak awal berdiri nya pertambangan di wilayah sekitar tersebut, kini musim penghujan tiba ternyata mengakibatkan banjir meluas di perkebunan tanaman karet dan sawit di wilayah Desa Tanjung Utara kecamatan Lais kebupaten Musi Banyuasin. Jum’at (24/1/2025).

Ada pun yang di rugikan oleh dampak Banjir baru – baru ini diakibatkan pemasaran gorong gorong tanpa permisi atau persetujuan dan kordinasi dari pihak perusahaan kepada masyarakat pihak kebun karet salah satu milik warga bernama saudara Armin.MH yang menjadi cocoran air gorong-gorong kini seperti kolam dalam dan rusak dan beliau selaku Wartawan kabar publik online Kabiro Musi Banyuasin warga tanjung agung utara kecamatan Lais kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.
“Salah satu nya tidak bisa di sadap pohon karet sekitar 400an bantang kerugian tersebut ada pun kerugian lain termasuk dari mangkok yang berisi getah karet kurang lebih sebanyak 250an buah hilang di hantam oleh deras nya air tersebut yang melimpah di kebun saudara Armin pada tanggal 22 Desember tahun 2024 lalu mencapai ketinggian 50 cm sampai 1 m saat ini pun belum juga surut seluruh nya”.
“Armin mengatakan pernah di lakukan peninjauan oleh pihak perusahaan dan sempat di lakukan mediasi dari perusahaan mampu dari pihak Desa namun tidak ketemu titik terang nya dengan apa yang terdampak kebun saya terendam banjir dan tidak bisa di sadap alias tidak bisa mendapatkan penghasilan dari kebun karet tersebut dengan apa yang mau di ganti ruginya atau kompensasi dari pihak perusahaan tersebut tidak sesuai “. ujarnya
Selasa pada tanggal 21 Januari 2025 divasilitasi Desa mediasi kembali tepat nya di kantor Desa Tanjung Agung Utara di hadiri oleh pihak Kepada Desa, Perangkat Desa Desa setempat, perwakilan dari perusahaan PT.BCM dan warga masyarakat yang terdampak Banjir namun gagal masih belum juga ada kesepakatan antara kedua belah pihak perusahaan maupun warga masyarakat yang terdampak banjir, dikebun karet, kebun sawit, kolam ikan, dan yang kami kutip pada mediasi pihak perusahaan hanya mampu kasih kompensasi dengan nilai nominal 30 juta rupiah itu pun untuk 50 warga masyarakat yang terdampak. jelasnya
Perwakilan dari Pihak perusahaan dari PT.BCM pun akan tetap mengupayakan agar tidak terjadi banjir dan akan melakukan terobosan ” lain biar jalan dari tambang batubara pun berjalan lancar dan masyarakat pun bisa beraktivitas sesuai kebutuhan masing ” diperkebunan tersebut milik mereka dan pihak perusahaan juga akan menggantikan ganti ruginya atau kompensasi kepada masyarakat yang terdampak dengan aturan atau SOP yang berlaku di dalam perusahaan tersebut akan tetapi sampai saat ini masih belum ketemu titik terang nya. Pungkasnya
Rd/Nur,S.H
