Banjir Rendam 10 Rumah di Kelurahan Gunung Gajah, Warga Alami Kerugian Puluhan Juta Rupiah
LAHAT, – KABAR PUBLIK ONLINE Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lahat menyebabkan banjir di RT 02 RW 01, Kelurahan Gunung Gajah, Kabupaten Lahat, pada Minggu malam. Banjir terjadi akibat tingginya debit air hujan yang tidak mampu ditampung oleh saluran drainase di lingkungan tersebut. (14/3/2026)
Akibat peristiwa itu, sedikitnya 10 rumah warga terendam banjir. Air yang masuk ke dalam rumah menyebabkan sejumlah barang berharga milik warga rusak, terutama peralatan elektronik seperti kulkas, televisi, dan peralatan rumah tangga lainnya.
Warga memperkirakan total kerugian yang dialami akibat banjir tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Selain merusak barang-barang rumah tangga, banjir juga mengganggu aktivitas warga yang harus membersihkan rumah dari genangan air dan lumpur setelah air surut.

Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Gunung Gajah, Robi Ali, mengatakan banjir terjadi setelah hujan deras turun dengan intensitas tinggi sehingga saluran air yang ada tidak mampu menampung aliran air.
“Banjir terjadi karena hujan deras dengan intensitas tinggi, sementara saluran air di lingkungan kami tidak mampu menampung debit air sehingga meluap dan masuk ke rumah warga,” ujar Robi Ali saat diwawancarai.
Ia menambahkan bahwa banjir di wilayah tersebut kerap terjadi setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, meskipun durasi hujan tidak berlangsung terlalu lama.
“Setiap kali hujan deras turun, walaupun tidak terlalu lama, air tetap meluap dan masuk ke rumah warga. Ini sudah sering terjadi,” tambahnya.
Robi Ali berharap Pemerintah Kabupaten Lahat dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut, terutama dengan melakukan perbaikan dan normalisasi saluran drainase di wilayah mereka.
Sementara itu, tokoh masyarakat RT 02, H. Hendri Sucipta SE., MM yang juga merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Lahat periode 2009-2014, menilai perlu adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Menurutnya, pemerintah perlu mengatur kembali aliran air dari wilayah sekitar agar tidak seluruhnya mengalir menuju drainase di lingkungan warga.
“Pemerintah sebaiknya dapat membagi aliran air yang berasal dari Desa Selawi menuju Desa Suka Negara agar langsung dialirkan ke Sungai Lematang. Dengan begitu debit air yang menuju drainase di lingkungan kami bisa lebih lancar sehingga banjir tidak terjadi lagi,” kata Hendri Sucipta.
Hal senada juga disampaikan oleh tokoh pemuda RT 02, Saputra, yang menyebut banjir sudah beberapa kali terjadi dalam waktu dekat, khususnya selama bulan Ramadhan.
“Selama bulan Ramadhan ini sudah tiga kali terjadi banjir di RT 02 ini, dan semuanya terjadi pada malam hari saat warga sedang terlelap tidur,” ungkap Saputra.
Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan banjir yang meresahkan warga.
“Pemerintah harus gerak cepat mengatasi masalah ini. Jangan hanya gerak cepat saat menjelang pemilihan bupati dan wakil bupati saja,” tegasnya.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem drainase serta pengelolaan aliran air di wilayah tersebut agar kejadian banjir yang merugikan masyarakat tidak kembali terulang di masa mendatang.
Red: Ahmad
